Jenis Hama dan Masalah yang Ditimbulkan

Jenis Hama dan Masalah yang Ditimbulkan

Jenis Hama dan Masalah yang Ditimbulkan

  1. Kecoa

Terdapat tiga jenis species utama yang umum dijumpai, yaitu :

  • Kecoa Amerika (Periplanetta Ingkaia )
  • Kecoa Jerman ( Blatella Germanica )
  • Kecoa Oriental ( Blatta Orientalis )

Masalah yang ditimbulkan oleh kecoa antara lain :

  • Menimbulkan bau tidak sedap ditempat tempat sumber kecoa.
  • Merupakan vector pembawa penyakit seperti : diare, keracunan makanan akibat bakteri staphylococcus yang dibawa kecoa, dll.
  1. Semut

Terdapat empat jenis species semut yang  umum dijumpai,yaitu :

  • Semut Hitam (Lasius Niger )
  • Semut Api ( Solenopsis Spp )
  • Semut Parauh (Monomorium )
  • Semut Lapangan (Formica Spp )

Masalah yang ditimbulkan oleh semut antara lain :

  • Beberapa species semut dapat menggigit dan menyengat.
  • Keberadaanya mengganggu kehidupan manusia.
  • Pemandangan atau dekorasi ruangan menjadi tidak sedap dipandang .
  1. Nyamuk

Terdapat tiga jenis species nyamuk yang umum dijumpai, yatu :

  • Nyamuk Demam Berdarah ( Aedes Aegipty )
  • Nyamuk Rumah ( Culex )
  • Nyamuk Malaria (Anopheles Sp )

Masalah yang ditimbulkan oleh serangga nyamuk, yaitu ;

  • Merupakan vektor dari penyakit yang membahayakan seperti ; malaria, demam berdarah ,dan kaki gajah.
  • Keberadaanya mengganggu kehidupan manusia seperti suara bising dan gigitan nyamuk tersebut .
  1. Lalat

Terdapat tiga jenis species lalat yang umum dijumpai, yatu :

  • Lalat Rumah (Musca Domestika )
  • Lalat Hijau ( Blue Botle )
  • Lalat Buah ( Fruit Flies )

Masalah yang ditimbulkan oleh serangga lalat antara lain ,yaitu :

  • Mengganggu pemandangan .
  • Menularkan wabah penyakit seperti ,diare dan desentri
  • Dapat mencemari makanan.
  1. Kutu Busuk

Kutu busuk atau yang umum disebut dengan kepinding merupakan hama yang bisa mengganggu manusia akibat gigitanya, selain juga menimbulkan bau tak sedap di tempat keberadaanya.

  1. Tikus

Terdapat tiga jenis species tikus yang umum dijumpai, yatu:

  • Tikus Got/parit (Rattus Norwegius )
  • Tikus Atap (Rattus Rattus )
  • Tikus Rumah ( Mus musculus )

Masalah yang ditimbulkan oleh hama tikus yaitu :

  • Merupakan vector pembawa penyakit yang membahayakan seperti ;pes/ leptopirosis
  • Dapat mengakibatkan/merusak instalasi listrik dengan menggigit kabel dan merusak jaringan telpon atau instalasi lainya.
  1. Rayap

Terdapat beberapa jenis species rayap yang umum dijumpai antara lain :

  • Rayap Tanah (Suteranean termite )
  • Rayap Kayu kering (Drywood termite )

Masalah yang ditimbulkan oleh rayap yaitu ;

  • Menimbulkan kerugian material.
  • Merusak segala jenis kayu dan segala perabot atau furniture yang berasal dari bahan yang mengandung selulosa .
  1. Burung layang-layang dan kelelawar

Burung dan kelelawar memilki karakterisitik yang hampir sama dengan hewan bebas lainnya dalam jalur perjalanan dan pembuatan sarang. Biasanya hewan-hewan seperti ini akan melalui jalur yang tetap dalam aktifitasnya sepanjang hari selama tidak ada gangguan yang signifikan dari luar dan yang berbeda hanya jalur berangkat dan pulangnya.

Begitu juga dengan sarang yang mereka buat, terutama burung, walaupun sudah dibersihkan, dalam beberapa hari mereka akan kembali membangun sarang pada tempat yang sudah dibersihkan tadi, sehingga menimbulkan berbagai masalah estetika dan higienitas lingkungan, terutama pada tempat-tempat yang banyak dihuni oleh manusia.

Untuk mengatasi masalah ini ada beberapa solusi yang dapat dilakukan :

  • Membersihkan sarang yang dibuat oleh burung secara berkala dan berkelanjutan, dan memonitor perkembangan pembuatan sarang-sarang baru untuk dibersihkan,
  • Melakukan sparying setiap hari dengan pestisida yang memiliki daya tahan aroma cukup panjang/ lama yang menimbulkan aroma tidak menyenangkan bagi burung pada bekas sarang yang dibersihkan, demikian juga halnya dengan kelelawar, pada tempat yang biasa digunakan kelelawar bergelantungan dilakukan juga spraying dan perlakuan yang sama.
  • Pada tempat-tempat yang biasa dilalui burung, sepanjang tidak mengganggu estetika dan keindahan lingkungan dapat dipasang jala-jala/ penghalang gerakan burung. Hal ini dapat mencegah burung memasuki wilayah berpenghuni, dan membentuk jalur baru yang diharapkan akan mengarah pada tempat-tempat yang tidak mengganggu lingkungan yang berpenghuni.